Mungkin gadis melankolis sepertiku dilarang merasakan cinta yang nyata.
Cukup boleh merasakan cinta dari novel yang kubawa kemana-mana, cinta
dunia khayal buah pemikiran manusia.
Yaa, aku menuliskannya ketika suasana hatiku sedang entahlah-tak
karuan. Ingin menangis, tapi lelaki kaku itu bukan siapa-siapaku, ingin
marah tapi lelaki dingin itu tak memiliki
hubungan yang spesial denganku. Jadi, apa aku harus diam? Menerima
segala macam takdir yang akan membawaku pada cinta sendirian.
Tak tahu kapan pastinya aku mulai mencintai makhluk kaku dan dingin
itu. Semuanya mengalir apa adanya. Begitu sederhana seperti air mataku
yang dengan mudahnya turun ketika sedang merindukannya.
Mungkin gadis melankolis sepertiku hanya boleh menyentuh novel,
merasakan gejolak cinta yang dihadirkan 2 tokoh utama dalam urutan abjad
yang disampul indah itu.
Lantas, apa gadis melankolis penyuka novel sepertiku dilarang
berkhayal mendapatkan pelukan nyata? Dilarang merasakan bagaimana
kelembutan bibirnya yang menyentuh pelan keningku? Apa gadis melankolis
selalu di takdirkan patah hati sebelum merasakan bagaimana sensasi
mendapat surprise pernyataan cinta yang romantis?
Aku hanya kebetulan sedang jatuh cinta pada lelaki sederhana yang
bergaya dingin dan bersikap kaku. Cinta diam-diam yang kusembunyikan
rapi, cinta diam-diam yang tak ingin tersentuh oleh siapapun. Cinta
diam-diam yang mulai kunikmati setiap pengabaian yang menumbuhkan luka.
Mungkin aku salah, aku salah mengartikan pelukan yang tergambar lucu
pada pesan singkatnya. Salah mengartikan bagaimana tulisan-tulisan itu
mengeja kalimat khawatir ketika aku bilang bahwa aku sedang sakit. Yaa,
mungkin aku salah, sangat salah ketika menganggapnya juga memiliki rasa
yang sama denganku.
Dan untukmu ;
Aku mencintaimu, entah sejak kapan. Mungkin sejak pesan-pesan
singkatmu menghidupkan lampu LED handphoneku, mungkin sejak 'is writing a
message' darimu adalah kebahagiaan kecil yang mampu menggetarkan
hatiku, atau mungkin sejak aku selalu menatap - terpaku pada layar
handphoneku hanya untuk menunggu balasan pesan darimu.
Aku mulai menikmati jatuh cinta diam-diam ini, menikmati sensasi
rindu yang entah harus bagaimana aku mengatakannya, menikmati setiap
gejolak bahagia ketika kau membalas pesan singkatku, dan menikmati
setiap keresahan ketika sampai tengah malam tak ada balasan apapun
darimu.
Sudah yaa, aku ingin istirahat dulu. Dan kau, jagalah kesehatanmu.
Kurangi begadang tiap malam dan mulailah belajar tidur tepat waktu. Aku
mencintaimu.........
Tertanda,
Gadis melankolis yang diam-diam selalu mendoakan kebaikan untukmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar