Sudah lama aku tak memandang kertas polos yang merintih ingin disentuh
tinta.Sudah lama rasanya tak lagi bergelut dengan dunia khayal yang
penuh bahagia.Dan sudah lama kamu terlalu menyandera hidup serta hatiku
pula.
Perpisahan kita kala itu memang memberikan energi tersendiri
buatku.Energi yang membuatku semakin cengeng.Namun,cengeng yang beralasan.Ah,tetap saja aku masih membelamu.Sejauh apapun otakku mencaci maki perlakuanmu padaku.
Kupikir gadis sepertiku takkan remuk begitu saja hanya karena putus
cinta.Terdengar sangat aneh memang,aku terlalu tumbang dipelukanmu yang
hangat itu,sehingga membuatku susah untuk bangkit dan menatap matahari.
Entah sudah berapa lama aku menikmati hidup tanpa sapaan selamat
pagi darimu.Entah sudah berapa lama aku masih baik-baik saja walaupun
tak ada panggilan sayang dan kata-kata manis dari bibirmu seperti
dulu.Kau bisa lihat aku sekarang,sudah cukup kuat untuk hidup
tanpamu.Meski beberapa kali masih sering menangis untukmu,tapi
setidaknya semua ini tidak sesering dulu.
Oh ya,aku lihat kini kau sudah jauh lebih bahagia.Entahlah,mungkin
bidadarimu terlalu hangat untukmu dibanding dengan diriku dulu.Aku tak
iri,aku bahagia dapat melihatmu bahagia.Meski sedikit rasa sakit masih
sering membuahkan tangis untukku,tapi aku sudah sangat bisa mengatasi
itu.
Disaat aku sedang menulis ini,flu berat sedang menyerangku.Badanku
meriang sejak semalam dan sepertinya gastritisku juga ikut
kambuh,menambah rasa perih pada bagian kiri atas perutku.Mama sudah
menyuruhku berhenti menatap laptop sedari tadi.Tapi entah mengapa
menulis tentangmu membuatku dapat sedikit melupakan rasa sakitku.
Disela-sela tulisan ini kuketik,sebenarnya ada naskah yang harus
kuselesaikan secepatnya.Tetapi menatap naskah semakin membuatku
mual,jadi aku memutuskan untuk memutar lagu kenangan kita dan menulis
apapun tentangmu.Dan sepertinya ini benar-benar ampuh untuk mengurangi
rasa tidak enak pada badanku.
Aku tak memintamu menjengukku,juga tak memintamu mendoakan
kesehatanku.Bukan karena apa-apa,tapi karena kini aku bukan lagi orang
yang harus kau sebut dalam doa-doamu.Mungkin ini akan terasa sedikit
aneh dalam hidupku,tapi bukankah cepat atau lambat aku harus mempelajari
hal-hal aneh seperti ini,seperti harus terbiasa tanpamu misalnya.
Lagu yang kuputar lewat laptopku semakin terdengar berbisik dan
begitu lirih.Kupegang keningku dan terasa semakin hangat.Kusesap teh
buatan mama,terasa hambar dan pahit ketika bersentuhan dengan indera
pengecapku.
Ahh,hidungku semakin mampet dan kepalaku semakin pening.Mungkin ini
karena aku tidak tidur semalaman.Mengerjakan naskah-naskah yang belum
tersentuh tangan,juga mengerjakan tulisan-tulisan yang akan ku beri
padamu.Semacam diary cacatan tentang kebersamaan kita dulu.
Aku bukan penulis handal,hanya saja aku gemar menulis kebersamaan
kita dulu.Bahkan,gemar juga menulis tentang perpisahan kita sekarang.Ini
bukan curahan hati gadis gagal move on,ini hanya selingan cerita disaat
sakit yang semakin menyiksaku,naskah yang meronta ingin
diselesaikan,dan kamu yang semakin aku rindukan.
Tertanda,
Gadis dimasa lalumu yang begitu pintar menyembunyikan namamu,hingga nyaris tak tercium oleh siapapun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar