Jumat, 10 April 2015

Sakit, Naskah dan Kamu !!

Sudah lama aku tak memandang kertas polos yang merintih ingin disentuh tinta.Sudah lama rasanya tak lagi bergelut dengan dunia khayal yang penuh bahagia.Dan sudah lama kamu terlalu menyandera hidup serta hatiku pula.

Perpisahan kita kala itu memang memberikan energi tersendiri buatku.Energi yang membuatku semakin cengeng.Namun,cengeng yang beralasan.Ah,tetap saja aku masih membelamu.Sejauh apapun otakku mencaci maki perlakuanmu padaku.

Kupikir gadis sepertiku takkan remuk begitu saja hanya karena putus cinta.Terdengar sangat aneh memang,aku terlalu tumbang dipelukanmu yang hangat itu,sehingga membuatku susah untuk bangkit dan menatap matahari.

Entah sudah berapa lama aku menikmati hidup tanpa sapaan selamat pagi darimu.Entah sudah berapa lama aku masih baik-baik saja walaupun tak ada panggilan sayang dan kata-kata manis dari bibirmu seperti dulu.Kau bisa lihat aku sekarang,sudah cukup kuat untuk hidup tanpamu.Meski beberapa kali masih sering menangis untukmu,tapi setidaknya semua ini tidak sesering dulu.

Oh ya,aku lihat kini kau sudah jauh lebih bahagia.Entahlah,mungkin bidadarimu terlalu hangat untukmu dibanding dengan diriku dulu.Aku tak iri,aku bahagia dapat melihatmu bahagia.Meski sedikit rasa sakit masih sering membuahkan tangis untukku,tapi aku sudah sangat bisa mengatasi itu.

Disaat aku sedang menulis ini,flu berat sedang menyerangku.Badanku meriang sejak semalam dan sepertinya gastritisku juga ikut kambuh,menambah rasa perih pada bagian kiri atas perutku.Mama sudah menyuruhku berhenti menatap laptop sedari tadi.Tapi entah mengapa menulis tentangmu membuatku dapat sedikit melupakan rasa sakitku.

Disela-sela tulisan ini kuketik,sebenarnya ada naskah yang harus kuselesaikan secepatnya.Tetapi menatap naskah semakin membuatku mual,jadi aku memutuskan untuk memutar lagu kenangan kita dan menulis apapun tentangmu.Dan sepertinya ini benar-benar ampuh untuk mengurangi rasa tidak enak pada badanku.

Aku tak memintamu menjengukku,juga tak memintamu mendoakan kesehatanku.Bukan karena apa-apa,tapi karena kini aku bukan lagi orang yang harus kau sebut dalam doa-doamu.Mungkin ini akan terasa sedikit aneh dalam hidupku,tapi bukankah cepat atau lambat aku harus mempelajari hal-hal aneh seperti ini,seperti harus terbiasa tanpamu misalnya.

Lagu yang kuputar lewat laptopku semakin terdengar berbisik dan begitu lirih.Kupegang keningku dan terasa semakin hangat.Kusesap teh buatan mama,terasa hambar dan pahit ketika bersentuhan dengan indera pengecapku.

Ahh,hidungku semakin mampet dan kepalaku semakin pening.Mungkin ini karena aku tidak tidur semalaman.Mengerjakan naskah-naskah yang belum tersentuh tangan,juga mengerjakan tulisan-tulisan yang akan ku beri padamu.Semacam diary cacatan tentang kebersamaan kita dulu.

Aku bukan penulis handal,hanya saja aku gemar menulis kebersamaan kita dulu.Bahkan,gemar juga menulis tentang perpisahan kita sekarang.Ini bukan curahan hati gadis gagal move on,ini hanya selingan cerita disaat sakit yang semakin menyiksaku,naskah yang meronta ingin diselesaikan,dan kamu yang semakin aku rindukan.

Tertanda,

Gadis dimasa lalumu yang begitu pintar menyembunyikan namamu,hingga nyaris tak tercium oleh siapapun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar