Jumat, 10 April 2015

Pacar Dunia Akhirat

Terima kasih kupersembahkan khusus untukmu.Terima kasih untuk cinta dan kasihmu yang teramat begitu besar untukku.

"Aku mencintaimu" dan aku yakin engkau sangat mengetahui itu.Aku menyayangimu lebih dari aku menyayangi siapapun di dunia ini.

Maaf,jika sikap manjaku selama ini membuatmu lelah menghadapinya.Aku tahu,aku sangat kurang jauh jika dikata manusia sempurna.Tapi entah mengapa,aku selalu menjadi satu-satunya perempuan kecil yang paling sempurna dimatamu.Kau memanjakanku dengan segala macam usaha yang bahkan sangat diluar batas kemampuan manusia pada umumnya."Kau ingin melihatku bahagia",hanya itu alasan sederhana yang dapat membuatmu rela menyerahkan seluruh hidupmu untuk kebahagiaanku.

Mungkin jika kupinta gunung pun,dengan segenap hati dan segenap rasa ingin membahagiakanku,engkau akan menurutinya.Dengan kekuatan luar biasa kau akan membawakannya untukku.Mempersembahkan bukti cintamu untuk perempuan kecil yang kau cintai ini.

Aku begitu ingat,ketika raut muka tegas itu berubah khawatir dan sedikit sendu karena melihatku merasakan sakit luar biasa pada ulu hatiku.Aku juga begitu ingat,ketika ada yang tidak beres dengan kesehatanku,engkau rela tidak masuk kerja beberapa hari hanya untuk menemaniku berobat jalan di Rumah sakit.Diam-diam aku sering melihatmu menitikan air mata,karena engkau tau,perempuan kecilmu ini begitu sering masuk Rumah sakit.Entah harus dirawat inap ataupun dirawat jalan.Entah hanya melakukan pemeriksaan labolatorium atau harus melakukan operasi karena patah tulang.

Cintamu begitu besar untukku,dan aku sering mengabaikan itu,Maaf.Maaf jika aku terlalu menggebu-nggebu ingin memperjuangkan laki-lakiku yang lain,dan sering melupakan perjuangan hebatmu untuk kebahagiaanku selama ini.Maaf karena aku juga terlalu menjunjung tinggi laki-lakiku yang lain,dan terlalu buta melihat cintamu selama ini.Dan kini kusadari,hanya kau yang terbaik,terindah dan terhebat yang pernah mengisi hidup dan hatiku selama ini.Kau sempurna.

Kau tahu?Laki-lakiku yang lain kini telah menyakitiku.Membuatku meneteskan air mata dan menggores luka,hingga aku terus menangisi kepergiaannya.Dan aku telah menangisi laki-laki lain di hadapmu,meminta pelukan darimu.Dan tangan kekarmu itu,memberikanku kehangatan dalam setiap balut pelukmu.Begitu ikhlas dan sabar dalam membasuh setiap air mataku.

Kau bilang,aku harus berhati-hati dalam mencari lelaki yang berjanji akan setia menemani masa tuaku kelak.Kau takut aku menangis,kau takut aku terluka dan kau bahkan tak sungkan bilang bahwa kau takut perempuan kecilmu ini tak lagi bisa tertawa dan kehilangan kebahagiaannya.

Aku meneteskan air mataku tak sungkan didepanmu.Mencurahkan segala ungkapan cintaku padamu.Aku ingin kau mengerti,bahwa cintamu yang sedalam dan sebesar itu adalah kekuatan terhebat dalam mengatasi problema hidupku.

Terima kasih dan aku mencintaimu,sangat mencintaimu,sangat sangat sangat mencintaimu.

Jadi Ayah,bisakah aku menyebutmu sebagai pacar dunia akhiratku?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar