Terima kasih kupersembahkan khusus untukmu.Terima kasih untuk cinta dan kasihmu yang teramat begitu besar untukku.
"Aku mencintaimu" dan aku yakin engkau sangat mengetahui itu.Aku menyayangimu lebih dari aku menyayangi siapapun di dunia ini.
Maaf,jika sikap manjaku selama ini membuatmu lelah menghadapinya.Aku tahu,aku sangat kurang jauh jika dikata
manusia sempurna.Tapi entah mengapa,aku selalu menjadi satu-satunya
perempuan kecil yang paling sempurna dimatamu.Kau memanjakanku dengan
segala macam usaha yang bahkan sangat diluar batas kemampuan manusia
pada umumnya."Kau ingin melihatku bahagia",hanya itu alasan sederhana
yang dapat membuatmu rela menyerahkan seluruh hidupmu untuk
kebahagiaanku.
Mungkin jika kupinta gunung pun,dengan segenap hati dan segenap rasa
ingin membahagiakanku,engkau akan menurutinya.Dengan kekuatan luar
biasa kau akan membawakannya untukku.Mempersembahkan bukti cintamu untuk
perempuan kecil yang kau cintai ini.
Aku begitu ingat,ketika raut muka tegas itu berubah khawatir dan
sedikit sendu karena melihatku merasakan sakit luar biasa pada ulu
hatiku.Aku juga begitu ingat,ketika ada yang tidak beres dengan
kesehatanku,engkau rela tidak masuk kerja beberapa hari hanya untuk
menemaniku berobat jalan di Rumah sakit.Diam-diam aku sering melihatmu
menitikan air mata,karena engkau tau,perempuan kecilmu ini begitu sering
masuk Rumah sakit.Entah harus dirawat inap ataupun dirawat jalan.Entah
hanya melakukan pemeriksaan labolatorium atau harus melakukan operasi
karena patah tulang.
Cintamu begitu besar untukku,dan aku sering mengabaikan
itu,Maaf.Maaf jika aku terlalu menggebu-nggebu ingin memperjuangkan
laki-lakiku yang lain,dan sering melupakan perjuangan hebatmu untuk
kebahagiaanku selama ini.Maaf karena aku juga terlalu menjunjung tinggi
laki-lakiku yang lain,dan terlalu buta melihat cintamu selama ini.Dan
kini kusadari,hanya kau yang terbaik,terindah dan terhebat yang pernah
mengisi hidup dan hatiku selama ini.Kau sempurna.
Kau tahu?Laki-lakiku yang lain kini telah menyakitiku.Membuatku
meneteskan air mata dan menggores luka,hingga aku terus menangisi
kepergiaannya.Dan aku telah menangisi laki-laki lain di hadapmu,meminta
pelukan darimu.Dan tangan kekarmu itu,memberikanku kehangatan dalam
setiap balut pelukmu.Begitu ikhlas dan sabar dalam membasuh setiap air
mataku.
Kau bilang,aku harus berhati-hati dalam mencari lelaki yang berjanji
akan setia menemani masa tuaku kelak.Kau takut aku menangis,kau takut
aku terluka dan kau bahkan tak sungkan bilang bahwa kau takut perempuan
kecilmu ini tak lagi bisa tertawa dan kehilangan kebahagiaannya.
Aku meneteskan air mataku tak sungkan didepanmu.Mencurahkan segala
ungkapan cintaku padamu.Aku ingin kau mengerti,bahwa cintamu yang
sedalam dan sebesar itu adalah kekuatan terhebat dalam mengatasi
problema hidupku.
Terima kasih dan aku mencintaimu,sangat mencintaimu,sangat sangat sangat mencintaimu.
Jadi Ayah,bisakah aku menyebutmu sebagai pacar dunia akhiratku?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar