Lihat dia yang ada di depanmu.Tubuh yang berdiri tepat di
hadapanmu.Tatapan kosong yang memandang matamu tegas.Terlihat tegar
namun penuh luka,Kuat namun rapuh.
Lihat dia! Betapa sebenarnya dia ingin marah pada keadaan.Tubuhnya
yang menolak sentuhan sebenarnya sangat ingin dekapan.Bibir yang penuh
senyuman sebenarnya menyimpan keluh kesah dengan amarah yang ingin mengucap sumpah serapah pada Tuhan.
Lihat dia ! Pandang dengan lebih jelas lagi.Tatap sorot matanya yang
tajam itu,lihat betapa sorot mata itu menyimpan kepedihan yang
mendalam.Berjuta-juta abjad kesedihan dan air mata masih tersimpan
rapi,terlalu gengsi untuk diperlihatkan.
Ayo,pandang dia lebih jelas lagi ! Betapa tubuh dihadapanmu itu
penuh luka yang ditutupi dengan bahagia pura-pura.Betapa tangan ringkih
yang setia mendekap siapapun yang meminta bantuannya itu sebenarnya
sangat ingin digenggam hangat.
Masih belum yakin?Lihat lagi,ayo lebih jelas lagi! Tubuh itu,tubuh
dihadapanmu itu terlalu naif mengakui rasa sakitnya.Terlalu gengsi
mengeluarkan air matanya.Terlalu wonder woman untuk ukuran manusia.
Dia tak peduli rasa sakitnya.Dia terlalu mengabaikan
kebahagiaannya,dan dia...Dia terlalu berjuang untuk sesuatu yang hanya
menghasilkan luka.
Bahkan,dia tetap tak peduli.Ketika sahabatnya memergokinya tengah
menahan tangis sendirian.Tetap bungkam dan enggan menceritakan apa yang
dia rasa pada siapapun.Tetap tak ingin menangis.Meski sahabatnya berucap
"Rasa sakit hati itu kamu yang merasakannya sendiri,tidak seperti
matahari yang dapat dirasakan semua orang".Dia tetap tak ingin menangis.
Betapa egois seseorang dihadapanmu sekarang?Betapa dia ingin orang
yang disayang bahagia tanpa peduli pada kebahagiaannya sendiri.Betapa
sebenarnya dia ingin marah,menggunjing,mencaci dan menyumpah separahi
semua orang yang menyakitinya.Betapa ingin dia melakukan semua itu!!!
Bahkan kau tak tahu kan?Betapa ingin aku membunuh orang dihadapanmu
itu sekarang.Aku begitu benci sifat baikknya,aku begitu benci ketika dia
sangat mudah dibohongi dan dipermainkan oleh orang lain.Dan betapa
muaknya aku ketika dia yang berdiri dihadapanmu itu dengan tulus
memaafkan kesalahan mereka,para pecundang itu.
Kenapa dia menangis sekarang ! Tubuh ringkih dihadapanmu sedang
menangis sekarang! Disaat aku bahkan sama sekali tak ingin
mendekapnya.Disaat aku sudah terlalu lelah menjadi tumpuan hidupnya.
Aku hanya seonggok daging yang dipanggil "hati" oleh manusia.Organ
paling sensitif yang mudah tergores luka.Organ yang selalu didengar
manusia apapun yang diucapkannya.Tapi apa yang dilakukan manusia yang
tengah berdiri tepat di depanmu itu?Aku selalu diajaknya menahan
luka,membiarkan diriku terbentur hingga lebam dimana-mana.Tak pernah
didengarkan dan selalu memaksaku untuk ikut berjuang.
Dia,bayangan yang ada di cermin itu bukan kau! Topeng yang memasang
senyuman itu sangat ingin aku musnahkan.Aku ingin engkau,bukan
bayanganmu yang tengah tersenyum bahagia di cermin itu.
Aku hati manusia biasa.Bukan sosok wonder woman yang tengah terpantul dalam cermin dihadapan kita.
Aku ingin kau menangis,aku ingin kau mencaci.Bukan diam dan seolah-olah tak pernah ada yang tersakiti.
Aku hatimu,satu-satunya sesuatu yang tak akan pernah
meninggalkanmu.Sesuatu yang selalu ingin memelukmu.Menenangkan
hatimu,dan tak akan pernah membiarkanmu sendiri.Jadi kumohon,berhenti
dan lepaskan topeng senyuman itu.
Aku ingin dirimu,bukan bayanganmu dalam cermin itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar