Jumat, 10 April 2015

Surat Ke-2 Untukmu (Here, I Love You)

Mungkin akhir-akhir ini aku akan banyak menulis tentangnya. Kosa kata yang membuatku jatuh cinta.

Tak terlalu ramah, tak terlalu hangat, tak bisa membawa suasana, terlalu kaku, terlalu angkuh, terlalu tidak peduli, terlalu tidak peka terhadap sekitar. Gambaran kecil mengenainya. Tak ada istimewanya sama sekali memang, tapi entah mengapa dia tetap saja nampak istimewa dalam keadaan apapun di mataku. Tidak gila ! Ini wajar untuk pemikiran orang yang sedang jatuh cinta.

Hujan mengguyur kotaku sejak siang tadi, titik-titik air itu akan jatuh pada sembarang tempat. Membuat jalanan licin, becek dan kotor. Tapi, bukankah hujan memiliki tempat yang istimewa bagi para manusia yang sedang jatuh cinta? Memiliki aura yang akan membawanya untuk pergi jauh, menemui sosok yang diam-diam hinggap dan menetap di hatinya.

Nyanyian hujan seperti nyanyian rindu. Terdengar jelas bagaimana ketukan dan nada yang lirih-lirih memanggil namamu. Mungkin kau tidak sadar, ahh yaa, bagaimana kau bisa sadar? Kau adalah makhluk yang paling tidak peduli pada keadaan sekitar. Bahkan untuk menikmati hujan sedetikpun, aku rasa kau tak akan sanggup. Dasar tuan sok sibuk !

Dan kali ini, aku tak kan menulis panjang mengenai dirimu. Aku hanya akan memberimu sebuah penggalan puisi, puisi karya Pablo Neruda. Puisi yang kuharapkan bisa membuatmu mengatakan "aku juga mencintaimu".

I see myself forgotten like those old anchors.
The piers sadden when the afternoon moors there.
My life grows tired, hungry to no purpose.
I love what I do not have. You are so far.

My loathing wrestles with the slow twilights.
But night comes and starts to sing to me.
The moon turns its clockwork dream.

The biggest stars look at me with your eyes.
And as I love you, the pines in the wind
want to sing your name with their leaves of wire.

Indah bukan?
Mungkin suatu saat nanti aku akan menuliskannya untukmu. Satu puisi hasil karyaku sendiri, satu puisi yang akan menceritakanmu, dan satu puisi yang akan membawaku menari berdua bersamamu.

Maaf jika setiap hari kau harus kupaksa menerima surat ini. Surat kaleng dari seseorang yang mencintaimu. Surat buta dari seseorang yang selalu berharap dapat melihatmu.

Dan seperti judul penggalan puisi karya Neruda itu, aku akan berbisik lirih padamu " Here I love you".


Tertanda,

Gadis melankolis yang masih selalu mendoakan kebaikanmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar