Mungkin akhir-akhir ini aku akan banyak menulis tentangnya. Kosa kata yang membuatku jatuh cinta.
Tak terlalu ramah, tak terlalu hangat, tak bisa membawa suasana,
terlalu kaku, terlalu angkuh, terlalu tidak peduli, terlalu tidak peka
terhadap sekitar. Gambaran kecil mengenainya. Tak ada istimewanya sama
sekali memang, tapi entah mengapa dia tetap saja nampak istimewa dalam keadaan apapun di mataku. Tidak gila ! Ini wajar untuk pemikiran orang yang sedang jatuh cinta.
Hujan mengguyur kotaku sejak siang tadi, titik-titik air itu akan
jatuh pada sembarang tempat. Membuat jalanan licin, becek dan kotor.
Tapi, bukankah hujan memiliki tempat yang istimewa bagi para manusia
yang sedang jatuh cinta? Memiliki aura yang akan membawanya untuk pergi
jauh, menemui sosok yang diam-diam hinggap dan menetap di hatinya.
Nyanyian hujan seperti nyanyian rindu. Terdengar jelas bagaimana
ketukan dan nada yang lirih-lirih memanggil namamu. Mungkin kau tidak
sadar, ahh yaa, bagaimana kau bisa sadar? Kau adalah makhluk yang paling
tidak peduli pada keadaan sekitar. Bahkan untuk menikmati hujan
sedetikpun, aku rasa kau tak akan sanggup. Dasar tuan sok sibuk !
Dan kali ini, aku tak kan menulis panjang mengenai dirimu. Aku hanya
akan memberimu sebuah penggalan puisi, puisi karya Pablo Neruda. Puisi
yang kuharapkan bisa membuatmu mengatakan "aku juga mencintaimu".
I see myself forgotten like those old anchors.
The piers sadden when the afternoon moors there.
My life grows tired, hungry to no purpose.
I love what I do not have. You are so far.
My loathing wrestles with the slow twilights.
But night comes and starts to sing to me.
The moon turns its clockwork dream.
The biggest stars look at me with your eyes.
And as I love you, the pines in the wind
want to sing your name with their leaves of wire.
Indah bukan?
Mungkin suatu saat nanti aku akan menuliskannya untukmu. Satu puisi
hasil karyaku sendiri, satu puisi yang akan menceritakanmu, dan satu
puisi yang akan membawaku menari berdua bersamamu.
Maaf jika setiap hari kau harus kupaksa menerima surat ini. Surat
kaleng dari seseorang yang mencintaimu. Surat buta dari seseorang yang
selalu berharap dapat melihatmu.
Dan seperti judul penggalan puisi karya Neruda itu, aku akan berbisik lirih padamu " Here I love you".
Tertanda,
Gadis melankolis yang masih selalu mendoakan kebaikanmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar