Jumat, 10 April 2015

Mereka Dan Laki-Lakinya

Ketika mereka berbicara "Laki-lakiku adalah makhluk paling romantis dengan sebuket bunga di setiap harinya" dengan senyum aku membalas "Dan laki-lakiku adalah makhluk yang aku percaya akan memikirkan diriku di sepanjang harinya."

Ketika mereka bertanya "Apa yang dimiliki laki-lakimu yang tidak dimiliki laki-laki lain?" dengan bangga aku berkata "Getaran hangat yang menjalar di seluruh badan saat menatap mata teduhnya."

Ketika mereka berbicara "Dia bilang kau istimewa untuknya,tapi mengapa hobinya membuatmu meneteskan air mata?" dan untuk kesekian kalinya aku menjawab dengan senyuman tulus "Karena ketika perempuan telah menangis untuk laki-lakinya,itu pertanda bahwa laki-laki itu sangat berharga untuk hidupnya."

Ketika dengan angkuh mereka mengeluarkan nada sumbang "Dia telah membuatmu menangis ribuan kali.Tapi mengapa kau masih membuka lebar pintu hatimu?menunggu dia kembali dan mempersiapkan pelukan terbaikmu" dan dengan keangkuhan cinta pula aku menjawab "Karena cintaku padanya memaafkan."

Dan ketika mereka mulai mengataiku "Kau gila!Dia bahkan sama sekali tak pernah sedikitpun menunjukkan perhatian lebih padamu.Lupakan dan tinggalkan!" dengan senyum aku menimpalinya "Cintanya yang membuatku gila dan aku menikmatinya.Bukankah seorang raja pun mau bertingkah bak hamba sahaya demi perempuan yang di cintainya."

Mereka bilang laki-lakiku tak sebaik pangeran mereka,tapi mereka tak pernah mengerti bahwa laki-lakiku adalah harta terbaik yang pernah diberikan Tuhan untukku.

Mereka membanggakan laki-lakinya adalah pria yang memberikan perhatian penuh,membawakan sebuket bunga di setiap harinya.Tanpa mereka sadari bahwa laki-lakiku juga telah membanggakanku pada-Nya,dzat yang telah menciptakan laki-laki mereka.

Mereka mengenalkan laki-lakinya adalah pria yang berwibawa,maskulin dan berdedikasi tinggi.Tanpa mereka sadari bahwa aku memiliki laki-laki yang lebih hebat,laki-laki sederhana yang mampu membuatku tertawa lepas di sepanjang harinya.

Mereka berbangga hati ketika menceritakan makan malam mereka di restaurant mewah bintang 5.Dan untuk kesekian kalinya,tanpa mereka sadari bahwa ucapan "jangan lupa makan,nanti sakit" adalah hal yang lebih mengesankan daripada menikmati steak termahal di restaurant manapun.

Dan pada akhirnya,pertanyaan ini akan terlontar pada mulut mereka "Apa cintamu yang seperti itu bisa disebut cinta?" dengan senyum yang merekah aku mengangguk pasti.Menceritakan pada mereka bahwa "Cinta itu sederhana.Dia tak membutuhkan harta berlimpah untuk membuatnya tetap tinggal,dia juga tak membutuhkan alasan untuk merubah apa yang ada di dalam diri tokohnya."

"Misalnya?" mereka bertanya lagi dengan raut muka serius bercampur rasa penasaran.Dan dengan gamblang aku mulai berbicara "Cinta tak akan membuatmu kerepotan hanya karena satu jerawat tumbuh dihidungmu.Cinta juga tak akan pernah bingung mengetahui berat badanmu naik satu kilo.Bahkan cinta tak pernah peduli pada kulitmu yang mulai hitam,rambutmu yang mulai kusut atau bahkan pada hidungmu yang pesek itu.Tapi cinta itu..." ucapku terhenti dan memandang mereka dengan senyuman,dengan mata yang mulai menerawang jauh."Tapi apa?" tanya mereka semakin ingin tahu "Tapi cinta akan melarangmu diet karena tak ingin kau sakit.CInta akan memberimu penjelasan bahwa satu jerawat tak akan mengubah wajah cantikmu.Dan cinta dengan tulus mengatakan padamu bahwa orang berkulit hitam itu eksotis,jadi kau tak perlu mengkonsumsi cream maupun obat-obatan pemutih.Cinta juga akan mengatakan bahwa hidung pesek itu akan membuatmu semakin manis dan pipimu yang semakin chubby itu membuatmu cantik" ucapku pada mereka.
"Jadi?" Tanya mereka padaku.
"Kalian tak perlu menghabiskan waktu di salon untuk membuat cinta tetap tinggal."
"Kalau laki-lakiku tak mencintaiku lgi bagaimana?" Tanya salah satu diantara mereka.
"Apa kalian cukup bodoh untuk memahami semua penuturanku tadi?"
Mereka memandangku tak mengerti.Dengan hembusan nafas berat aku mulai berkata lagi.
"Bagaimana kalian percaya laki-laki seperti itu?Kecantikan adalah alasan cintanya.Dan ketika kecantikan itu hilang,maka cintanya pun ikut menghilang dan dia akan meninggalkan kalian.Tak sadarkah kalian?bahwa pada masanya kita akan tua,menjadi keriput dan tak cantik lagi.Apa kalian akan berbahagia hidup dengan laki-laki sperti itu?" mereka terdiam.
"Dia yang mencintai kalian,adalah dia yang mampu menjaga kalian.Menemani kalian diberbagai kondisi apapun.Tak meninggalkan kalian ketika masa telah menggerogoti wajah cantik kalian.Tapi dia akan selalu berada di samping kalian,menghabiskan sisa waktu dengan kalian bahkan memuji kalian cantik meski keriput telah terlihat dimana-mana." lanjutku.

Lama mereka terdiam,berdialog dengan pikiran masing-masing."Bukan sebuket bunga,bukan restaurant mewah bintang lima,bukan pula berlian maupun mobil mewah keluaran baru." ucapku membuyarkan lamunan mereka "Tapi kebahagiaan kecil ketika bersama,rasa rindu yang datang ketika lama mata tak beradu,cinta yang semakin tumbuh setiap harinya,saling menjaga janji sumpah setia dan debaran jantung setiap kali tangan saling bertaut mesra.Kebahagiaan tak lahir dari harta berlimpah,tapi kebahagiaan lahir dari sini..." ucapku sambil menunjuk dadaku "dari hati..." lanjutku pada mereka.

Kupandang wajah ayu sahabat-sahabatku itu,mereka mengangguk mengerti dengan senyum apik yang mengulum bibirnya.Satu pelajaran telah mereka dapatkan hari ini,yaitu tentang cinta dan kesederhanaan di dalamnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar