Ketika mereka berbicara "Laki-lakiku adalah makhluk paling romantis
dengan sebuket bunga di setiap harinya" dengan senyum aku membalas "Dan
laki-lakiku adalah makhluk yang aku percaya akan memikirkan diriku di
sepanjang harinya."
Ketika mereka bertanya "Apa yang dimiliki laki-lakimu yang tidak dimiliki laki-laki lain?" dengan bangga aku berkata "Getaran hangat yang menjalar di seluruh badan saat menatap mata teduhnya."
Ketika mereka berbicara "Dia bilang kau istimewa untuknya,tapi
mengapa hobinya membuatmu meneteskan air mata?" dan untuk kesekian
kalinya aku menjawab dengan senyuman tulus "Karena ketika perempuan
telah menangis untuk laki-lakinya,itu pertanda bahwa laki-laki itu
sangat berharga untuk hidupnya."
Ketika dengan angkuh mereka mengeluarkan nada sumbang "Dia telah
membuatmu menangis ribuan kali.Tapi mengapa kau masih membuka lebar
pintu hatimu?menunggu dia kembali dan mempersiapkan pelukan terbaikmu"
dan dengan keangkuhan cinta pula aku menjawab "Karena cintaku padanya
memaafkan."
Dan ketika mereka mulai mengataiku "Kau gila!Dia bahkan sama sekali
tak pernah sedikitpun menunjukkan perhatian lebih padamu.Lupakan dan
tinggalkan!" dengan senyum aku menimpalinya "Cintanya yang membuatku
gila dan aku menikmatinya.Bukankah seorang raja pun mau bertingkah bak
hamba sahaya demi perempuan yang di cintainya."
Mereka bilang laki-lakiku tak sebaik pangeran mereka,tapi mereka tak
pernah mengerti bahwa laki-lakiku adalah harta terbaik yang pernah
diberikan Tuhan untukku.
Mereka membanggakan laki-lakinya adalah pria yang memberikan
perhatian penuh,membawakan sebuket bunga di setiap harinya.Tanpa mereka
sadari bahwa laki-lakiku juga telah membanggakanku pada-Nya,dzat yang
telah menciptakan laki-laki mereka.
Mereka mengenalkan laki-lakinya adalah pria yang berwibawa,maskulin
dan berdedikasi tinggi.Tanpa mereka sadari bahwa aku memiliki laki-laki
yang lebih hebat,laki-laki sederhana yang mampu membuatku tertawa lepas
di sepanjang harinya.
Mereka berbangga hati ketika menceritakan makan malam mereka di
restaurant mewah bintang 5.Dan untuk kesekian kalinya,tanpa mereka
sadari bahwa ucapan "jangan lupa makan,nanti sakit" adalah hal yang
lebih mengesankan daripada menikmati steak termahal di restaurant
manapun.
Dan pada akhirnya,pertanyaan ini akan terlontar pada mulut mereka
"Apa cintamu yang seperti itu bisa disebut cinta?" dengan senyum yang
merekah aku mengangguk pasti.Menceritakan pada mereka bahwa "Cinta itu
sederhana.Dia tak membutuhkan harta berlimpah untuk membuatnya tetap
tinggal,dia juga tak membutuhkan alasan untuk merubah apa yang ada di
dalam diri tokohnya."
"Misalnya?" mereka bertanya lagi dengan raut muka serius bercampur
rasa penasaran.Dan dengan gamblang aku mulai berbicara "Cinta tak akan
membuatmu kerepotan hanya karena satu jerawat tumbuh dihidungmu.Cinta
juga tak akan pernah bingung mengetahui berat badanmu naik satu
kilo.Bahkan cinta tak pernah peduli pada kulitmu yang mulai
hitam,rambutmu yang mulai kusut atau bahkan pada hidungmu yang pesek
itu.Tapi cinta itu..." ucapku terhenti dan memandang mereka dengan
senyuman,dengan mata yang mulai menerawang jauh."Tapi apa?" tanya mereka
semakin ingin tahu "Tapi cinta akan melarangmu diet karena tak ingin
kau sakit.CInta akan memberimu penjelasan bahwa satu jerawat tak akan
mengubah wajah cantikmu.Dan cinta dengan tulus mengatakan padamu bahwa
orang berkulit hitam itu eksotis,jadi kau tak perlu mengkonsumsi cream
maupun obat-obatan pemutih.Cinta juga akan mengatakan bahwa hidung pesek
itu akan membuatmu semakin manis dan pipimu yang semakin chubby itu
membuatmu cantik" ucapku pada mereka.
"Jadi?" Tanya mereka padaku.
"Kalian tak perlu menghabiskan waktu di salon untuk membuat cinta tetap tinggal."
"Kalau laki-lakiku tak mencintaiku lgi bagaimana?" Tanya salah satu diantara mereka.
"Apa kalian cukup bodoh untuk memahami semua penuturanku tadi?"
Mereka memandangku tak mengerti.Dengan hembusan nafas berat aku mulai berkata lagi.
"Bagaimana kalian percaya laki-laki seperti itu?Kecantikan adalah
alasan cintanya.Dan ketika kecantikan itu hilang,maka cintanya pun ikut
menghilang dan dia akan meninggalkan kalian.Tak sadarkah kalian?bahwa
pada masanya kita akan tua,menjadi keriput dan tak cantik lagi.Apa
kalian akan berbahagia hidup dengan laki-laki sperti itu?" mereka
terdiam.
"Dia yang mencintai kalian,adalah dia yang mampu menjaga
kalian.Menemani kalian diberbagai kondisi apapun.Tak meninggalkan kalian
ketika masa telah menggerogoti wajah cantik kalian.Tapi dia akan selalu
berada di samping kalian,menghabiskan sisa waktu dengan kalian bahkan
memuji kalian cantik meski keriput telah terlihat dimana-mana."
lanjutku.
Lama mereka terdiam,berdialog dengan pikiran masing-masing."Bukan
sebuket bunga,bukan restaurant mewah bintang lima,bukan pula berlian
maupun mobil mewah keluaran baru." ucapku membuyarkan lamunan mereka
"Tapi kebahagiaan kecil ketika bersama,rasa rindu yang datang ketika
lama mata tak beradu,cinta yang semakin tumbuh setiap harinya,saling
menjaga janji sumpah setia dan debaran jantung setiap kali tangan saling
bertaut mesra.Kebahagiaan tak lahir dari harta berlimpah,tapi
kebahagiaan lahir dari sini..." ucapku sambil menunjuk dadaku "dari
hati..." lanjutku pada mereka.
Kupandang wajah ayu sahabat-sahabatku itu,mereka mengangguk mengerti
dengan senyum apik yang mengulum bibirnya.Satu pelajaran telah mereka
dapatkan hari ini,yaitu tentang cinta dan kesederhanaan di dalamnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar